PENDAFTARAN PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA TAHUN 2021

PENDAFTARAN PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA TAHUN 2021

Peluncuran program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) di perguruan tinggi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I., memberikan keleluasaan dan mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pembelajaran satu sampai dengan tiga semester sesuai minat di luar program studi dan atau perguruan tinggi dimana ia sedang mengikuti pembelajaran, guna memperkuat dan memperluas cakupan kompetensinya. Dengan demikian, mahasiswa memiliki kesempatan berinovasi dengan kreatif agar secepatnya mampu mensejajarkan diri atas ketertinggalan dari kemajuan mahasiswa di perguruan tinggi lainnya, khususnya di kawasan ASEAN, dengan memilih belajar di perguruan tinggi yang lebih unggul pada kompetensi tertentu. Dalam program MBKM, perguruan tinggi diharapkan dapat memberi peluang lebih besar kepada mahasiswa untuk menggali dan mengembangkan potensinya secara luas dan terbuka melalui kegiatan dan pembelajaran inovatif menggunakan teknologi informasi dan kemajuan teknologi lainnya.

Salah satu program MBKM yang sangat diminati oleh mahasiswa berdasarkan survei yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 2020, adalah Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA). Program PERMATA telah menarik perhatian mahasiswa, hal ini terlihat dari besarnya minat mahasiswa untuk mengikuti program ini juga melalui beberapa testimoni mahasiswa yang pernah mengikuti program PERMATA di berbagai media. Umumnya mereka merasakan adanya nilai tambah dan manfaat pengalaman yang membuat mereka semakin matang menghadapi situasi dan realita hidup berbangsa dan bernegara, memahami keberagaman dan kondisi social kemasyarakatan dalam suasana kebinekaan NKRI. Hal tersebut menjadi modal berharga untuk menapak jenjang karir dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan dan pengabdiannya terhadap bangsa dan negara. Hal tersebut dapat menjadi daya tarik bagi perguruan tinggi untuk saling bekerja sama dan menjadi modal dasar bagi perguruan tinggi untuk saling belajar sehingga semua perguruan tinggi akan menjadi entitas pembelajaran yang spesifik di seluruh tanah air nusantara.

Program PERMATA telah dilaksanakan sejak tahun 2014 dan terus disempurnakan dari tahun ke tahun. Pada awalnya, program ini hanya melibatkan tiga perguruan tinggi yang saling melakukan kegiatan pengalihan angka kredit dari 33 mahasiswa peserta. Pada tahun 2015, jumlah mahasiswa yang terlibat meningkat menjadi 97 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yang terlibat, baik universitas umum, LPTK maupun politeknik, dan pada tahun 2016 telah melibatkan sebanyak 505 mahasiswa dari 109 PTN, LPTK, Politeknik, ISI, dan PTS. Tahun 2017, sebanyak 205 mahasiswa dari 29 PTN dan 6 Wilayah Kopertis (LLDIKTI). Tahun 2018, sebanyak 205 mahasiswa dari 29 PTN dan 6 Wilayah Kopertis (LLDIKTI). Dari pengalaman lima tahun pelaksanaan program PERMATA telah diperoleh hasil yang sangat baik dan progresif sebagaimana ditunjukkan dalam indikator pencapaian tujuan program Kementerian. Namun, seiring dengan tantangan pendidikan tinggi di era Revolusi Industri 4.0 maka tentunya diperlukan inovasi baru dalam penyelenggaraan program PERMATA. Hal tersebut dilakukan pada tahun 2019 dengan mengintegrasikan pembelajaran daring (online) dalam pelaksanaan kegiatan PERMATA 2019. Dengan demikian, pada program PERMATA tahun 2019 telah mulai dikembangkan system pembelajaran daring terhadap sebagian perkuliahan mahasiswa PERMATA, dan pembelajaran Sistem Alih Kredit dengan menggunakan teknologi informasi, sehingga nama kegiatan ini berubah menjadi program PERMATA SAKTI, yang merupakan singkatan dari “Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantar Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi”. Tahun 2019, Program PERMATA SAKTI mulai menerapkan system blended learning yang diikuti oleh 350 mahasiswa dari 39 PTN. Program ini sejalan dengan kebijakan Kemendikbud saat ini tentang program MBKM di perguruan tinggi.

Pada tahun 2020, penduduk dunia dikejutkan dengan adanya wabah global yaitu pandemic COVID-19 yang juga menyebar di Indonesia. Pandemi Covid-19 telah mengubah semua tatanan proses pembelajaran di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan tentunya sangat berdampak pula pada pelaksanaan program PERMATA SAKTI 2020. Atas kondisi tersebut, program PERMATA SAKTI 2020 yang semula dilakukan secara sit-in di lokasi perguruan tinggi penerima, pada tahun 2020, pelaksanaannya terpaksa dilakukan menggunakan inovasi pembelajaran jarak jauh atau daring secara penuh (full online) guna menghindari meluasnya penyebaran wabah virus Covid-19.

Menanggapi antusiasme mahasiswa Indonesia mengikuti program PERMATA, dan mendukung pelaksanaan MBKM yang sudah ditetapkan sebagai indikator kinerja perguruan tinggi, maka pada tahun 2021, pelaksanaan program PERMATA secara formal diintegrasikan dalam program MBKM melalui berbagai penyempurnaan dan peningkatan kapasitas melalui dukungan LPDP dan DIPA Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan 2021. Dengan perubahan kebijakan tersebut, maka penyelenggaraan program PERMATA tahun 2021 ini diberi nama Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan program pertukaran mahasiswa selama satu semester dari satu klaster daerah ke klaster daerah lainnya yang memberikan pengalaman kebinekaan dan sistem alih kredit maksimal sebanyak +/- 20 sks. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di 2021 ini menampilkan inovasi baru salah satunya dengan modul nusantara yang berisi empat rangkaian kegiatan yaitu kebinekaan, inspirasi, refleksi dan kontribusi sosial.

 Berikut lampiran beberapa dokumen penting program PMM-DN

Pedoman Operasional Baku (POB)Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka tahun 2021

Panduan Pendaftaran PerguruanTinggi dan Dosen

Panduan Pendaftaran Mahasiswa.

Untuk melakukan pendaftaran program klik tautan link dibawah ini
https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/register


Admin OIA

Komentar